Hyundai ciptakan teknologi baru bantu pengemudi tunarungu

Jakarta (ANTARA News) – Hyundai Motor Group memperkenalkan teknologi yang inovatif nan baru guna membantu pengemudi yang mengalami gangguan pendengaran.

Pengemudi dengan gangguan pendengaran dapat menggunakan teknologi tersebut yang difokuskan pada penglihatan dan indera sentuh mereka, Hyundai menciptakan cara komunikasi untuk orang dengan gangguan pendengaran yang menggabungkan suara internal dan eksternal melalui sarana sentuhan dan visual, kata Hyundai dalam pernyataannya, dikutip Jumat.

Teknologi ini menggunakan kecerdasan buatan manusia untuk menganalisis pola suara eksternal dan menggunakan dua sistem bantuan mengemudi terpisah yang bekerja bersama secara bersamaan Audio-Visual Conversion (AVC) dan Audio-Tactile Conversion (ATC), untuk membantu pengemudi tuna rungu yang memiliki kondisi akut, rasa sentuhan yang sangat berkembang dan kemampuan visual yang selaras.

AVC memungkinkan untuk berkendara yang lebih aman, dengan memungkinkan komunikasi dengan lingkungan eksternal melalui penggambaran visual dari pola suara, seperti suara peringatan darurat, piktogram pada tampilan head-up display (HUD). Kemudi juga dilengkapi dengan LED multi-warna yang menunjukkan informasi navigasi saat mengemudi.

ATC mentransfer data suara menjadi getaran melalui setir, memberi tahu pengemudi informasi tentang lingkungan eksternal seperti jarak dari rintangan.
HMG, yang mendemonstrasikan teknologinya, telah mengungkapkan video kampanye berjudul ‘Quiet Taxi’ yang bercita-cita untuk memberi harapan kepada pengemudi dengan gangguan pendengaran.

Dimulai dengan undangan terbuka, cerita dikirim oleh orang-orang dari seluruh penjuru negeri, dan HMG memilih Daeho Lee, sebagai sopir taksi pertama di Seoul, yang ditunjuk sebagai pengemudi tuna rungu untuk memamerkan teknologi bantuan mengemudi.

Lee, ayah dari dua anak tuna rungu yang baru-baru ini memulai karier baru sebagai sopir taksi, mengalami kesulitan dalam pendengaran dan harus mengandalkan penglihatannya. Masalah muncul dengan pengemudi lain di jalan ketika dia tidak bisa mendengar klakson atau sirene kendaraan di sekitarnya. Selain itu, ia perlu terus-menerus mengandalkan visinya, yang menyebabkan kelelahan pada tingkat yang berkali-kali lipat dari pengemudi rata-rata.

Video kampanye, bersama dengan teknologinya sendiri, akan menekankan nilai ‘kebebasan mobilitas,’ yang menunjukkan upaya Hyundai untuk memungkinkan para tuna rungu mengemudi dengan bebas dan aman menggunakan perkembangan inovatif yang canggih. Sebagai bagian dari tujuannya, Hyundai juga mengembangkan aplikasi yang memungkinkan komunikasi antara penumpang dan pengemudi yang mengalami gangguan pendengaran.

Seluruh proses ‘Taksi Tenang’ difilmkan dalam video gaya dokumenter yang dapat dilihat sebagai berikut.
 

https://www.hyundainews.com/en-us/releases/2685
Baca juga: Hyundai akan luncurkan merek “N” di pameran Deroit
Baca juga: Hyundai Mobis pamerkan teknologi mengemudi otonom Level 4 di CES
Baca juga: BMW didenda karena adanya kecurangan dokumen emisi gas

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2019

Hyundai Mobis pamerkan teknologi mengemudi otonom Level 4 di CES

Jakarta (ANTARA News) – Pabrikan suku cadang Korea Selatan, Hyundai Mobis, akan memperkenalkan teknologi otomatisasi self-driving penuh “level 4” pada ajang Consumer Electrinics Show (CES) DI Las Vegas pekan ini. 

Dilansir Yonhap, Rabu (9/1), menurut Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS, pada mobil level 4 pengemudi tidak perlu direpotkan untuk mengambil kendali, karena kendaraan ini dirancang untuk melakukan semua fungsi mengemudi atas keselamatan dengan memantau kondisi jalan.

Di CES, ajang teknologi terbesar di dunia, yang dimulai pada hari Selasa (8/1) selama empat hari kedepan, Hyundai Mobis menerapkan teknologi canggih pada konsep kendaraan ‘M.VISION’ yang dilengkapi “kit penggerak otonom”, terdiri empat pendeteksi cahaya dan mulai LiDAR sensor dan lima sensor kamera multifungsi, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Dibantu lima sensor laser dan 12 sensor ultrasound yang terpasang di bagian bawah M.VISION, kit yang dipasang di atap kendaraan menggunakan energi cahaya yang dipancarkan dari laser, untuk memindai tanah dan mengukur jarak variabel, kata pernyataan itu.

Baca juga: BMW jual 2,49 juta kendaraan pada 2018

Hyundai Mobis mengatakan akan mengembangkan teknologi penginderaannya sendiri pada 2020 melalui kemitraan dengan perusahaan lain di dalam dan luar negeri.

Perusahaan telah melakukan uji jalan tol teknologi Level 3 pada mobil otonom M.BILLY sejak tahun lalu di Korea Selatan, AS, dan di Eropa. Karena mobil Level 3 hanya baik untuk self-driving terbatas, sehingga pengemudi harus terlibat mengambil kendali jika diperlukan.

Mobil Level 3, jika dikembangkan sepenuhnya, memungkinkan perubahan lajur dan fungsi mengemudi otonom lainnya bisa bekerja tanpa intervensi oleh pengemudi.

Hyundai Mobis mengharapkan teknologi Level 4 tersedia setelah 2025 untuk operasi di daerah perkotaan yang diselingi persimpangan.

Baca juga: Hyundai adopsi sistem navigasi AR holografik setelah tahun 2020

Baca juga: Bridgestone akan pasok ban untuk Hyundai Palisade

Baca juga: Hyundai akan tarik 79.000 kendaraan diesel yang bermasalah
 

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2019

Laureti SUV listrik akan diuji jalan 6.000 km di India

Jakarta (ANTARA News) – Perusahaan mobil listrik yang berbasis di Inggris, Laureti Automotive Corporation, akan memasuki pasar India pada 2021 melalui model SUV bernama DionX.

Dilansir India Times, Rabu, CEO perusahaan Marcus Paleti mengatakan bahwa model yang akan mengaspal di India dan Eropa itu bisa menempuh jarak 540 km dalam sekali pengisian daya, melebihi Tesla Model X dan Jaguar I-Pace masing-masing bisa menjangkau kurang lebih 475 km dan 470 km.

Guna membuktikan klaim jarak tempuh itu, Laureti akan melakukan pengujian daya tahan di India pada Agustus tahun ini. Pada rangkaian uji coba ini, DionX akan menempuh jarak 6.000 km dari Leh ke Chennai, dengan 12 titik pengisian daya.

Baca juga: Mobil listrik Inggris Laureti bangun pabrik di India, diluncurkan 2021

Tidak hanya jangkauan, DionX diklaim memiliki percepatan 0-100 km/jam dalam 5,4 detik, ditambah sistem kecerdasan buatan dan teknologi keselamatan optimal..

Paleti memastikan bahwa DionX akan diproduksi dan dirakit di Puducherry, India, dengan kapasitas awal 10.000 kendaraan per tahun, yang beroperasi pada kuartal ketiga 2021.

Baca juga: Tesla digugat atas kerusakan baterai sebabkan kematian penumpang

Baca juga: Byton galang 500 juta dolar AS danai pertumbuhan mobil listrik

Baca juga: BMW jual 2,49 juta kendaraan pada 2018

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Rifat Sungkar jagokan Xpander saat hujan

Pekanbaru, (ANTARA News) – Mantan pereli nasional, Rifat Sungkar, mengakui performa Mitsubsihi Xpander untuk berkendara saat cuaca hujan.

Hal itu disampaikan Rifat usai mengendarai mobil jenis small MPV itu saat hujan mengguyur pembukaan Xpander Tons of Real Happiness di Mal Ska, Kota Pekanbaru, Jumat sore. Xpander warna perak yang dikendarainya melaju stabil sambil menarik komidi putar (carousel) yang bobotnya puluhan ton.

“Ini buktinya ketika sedang hujan dan di permukaan ubin sambil menarik beban berat, kalau mobilnya tidak kuat maka dari awal bannya sudah slip,” kata Rifat yang hadir sebagai Agent of Happiness dalam acara tersebut.

Pria 40 tahun ini mengatakan hal tersebut merupakan pengalaman baru baginya di Xpander dalam kondisi hujan, karena saat penyelenggaraan di kota lain selalu cuacanya selalu cerah.

Selain itu, Rifat juga mengatakan Xpander memiliki fitur kontrol fraksi yang sangat membantu pengemudi saat melaju di jalanan yang licin saat hujan. Fitur tersebut membuat roda mobil mencengkeram lebih optimal sehingga meningkatkan keamanan dalam berkendara saat cuaca buruk.

“Jadi tak usah khawatir karena Xpander punya sistem keamanan bagus, jadi mau itu ibu-ibu ataupun bapak-bapak tetap bisa pakai,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Sales and Marketing Region 3 PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), lham Iranda Saputra, menyatakan bahwa Pekanbaru dipilih sebagai lokasi Xpander Tons of Real Happiness karena menjadi tiga besar daerah terbesar dalam penjualan produk mobil berlogo tiga berlian itu. Acara tersebut akan berlangsung mulai tanggal 2 hingga 4 November 2018.

Ia mengatakan Xpander menjadi pemimpin pasar nomor satu untuk tipe small MPV dengan menguasai 33,8 persen pangsa pasar di Riau.

“Rata-rata penjualan berkisar 220 sampai 230 unit per bulan sampai bulan September tahun ini,” katanya.

Kemudian varian lainnya juga merajai pangsa pasar di Riau, di antaranya Mitsubishi Pajero yang jadi pemimpin pasar di mobil tipe SUV dengan 51,1 persen dan penjualan rata-rata 90 unit per bulan, Mitsubishi Triton dengan penguasaan pasar 60,5 persen dan terutama Mitsubishi L300 yang menguasai 90 persen pangsa pasar.

“Hampir semua varian kita jadi pemimpin pasar di Riau,” ujarnya.

Ilham menambahkan pihaknya menggandeng tiga jaringan diler resmi Mitsubishi wilayah Riau, yaitu PT Suka Fajar, PT Pekan Perkasa Berlian Motor, dan PT Nusantara Berlian Motor.

Baca juga: Rifat Sungkar jadi anggota kehormatan komunitas Mitsubishi Xpander

Baca juga: Mitsubishi Xpander nyaman, kabinnya juara, kata Rifat Sungkar
 

Pewarta:
Editor: Subagyo
Copyright © ANTARA 2018

Hyundai-Vodafone teken kesepakatan layanan mobil terkoneksi

Jakarta (ANTARA News) – Hyundai Motor Group, produsen otomotif Korea Selatan, bermitra dengan Vodafone Group untuk menyediakan layanan mobil terkoneksi di Eropa pada tahun depan.

Seperti dikutip Yonhap News, Selasa waktu setempat. Hyundai menandatangani nota kesepahaman dengan Vodafone di markas besar perusahaan telekomunikasi Inggris di Newbury pada Senin waktu setempat.

Nantinya mereka akan menawarkan layanan mobil yang terkoneksi melalui platform Vodafone Internet of Things kepada pelanggan, rencananya kendaraan ini akan ditawarkan di delapan negara Eropa mulai tahun 2019.

Delapan negara yang nantinya akan menerima distribusi kendaraan kompak ini antara lain Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, Norwegia, Swedia dan Belanda.

Sedangkan Hyundai Motor Group telah meluncurkan layanan mobil terhubung di Korea Selatan, Amerika Serikat, Kanada dan China di bawah kemitraan dengan perusahaan IT lokal.

Layanan mobil terhubung akan memungkinkan pelanggan mengakses informasi transportasi real-time pada sistem navigasi, lokasi tempat parkir, alarm keamanan, pengenalan suara, lokasi dan kondisi kendaraan.

Baca juga: Hyundai optimistis penjualan Grandeur dan Santa Fe lampaui 100.000 unit

Baca juga: Hyundai Motor berkomitmen dukung transisi energi hidrogen
Baca juga: Menjajal Yamaha FreeGo yang gesit nan lincah

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018

Waymo perluas layanan mobil swakemudi

Jakarta (ANTARA News) – Waymo sedang melakukan tes uji coba layanan mobil swakemudi milik Alphabet, yang nantinya akan dibuka untuk lebih banyak orang di daerah Phoenix, Arizona, kata kepala wilayah John Krafcik Selasa waktu setempat.

Menurut laporan dari AFP, Rabu waktu setempat, sekitar 400 “pengendara awal” sudah mengambil bagian dalam layanan baru Waymo yang mulai diuji awal tahun lalu, kata Krafcik pada konferensi teknologi Wall Street Journal di Southern California.

“Nantinya mereka dapat menggunakan aplikasi smartphone untuk memanggil kendaraan otonom setiap saat sepanjang hari untuk mencapai maksimum sekitar 100 mil perjam,” menurut Krafcik.

“Sekarang, kami berada di titik di mana kami akan memperluas langkah demi langkah ini, sedikit demi sedikit, karena ini adalah perjalanan yang sangat panjang,” tambahnya.

Selama beberapa bulan ke depan, nantinya Waymo akan membuka layanan hingga lebih banyak orang dan akan memberi para pengendara “otonomi yang lebih banyak” dalam melihat apa yang dapat mereka lakukan dengannya. 

“Ini teknologi yang sangat menantang dan kami akan menggunakan waktu kami,” tuturnya.

Waymo mengharapkan para pengendara tertarik menggunakan layanan angkutan otonom untuk membawa pelanggan ke toko-toko, menurut laporan Journal. Perusahaan pada awal tahun ini mengumumkan telah menambahkan kendaraan sebanyak 62.000 dari Fiat Chrysler minivan ke armada otonomnya dalam sebuah kolaborasi yang diperluas yang telah diumumkan oleh perusahaan.

Baca juga: Dalam percobaan NHTSA mobil swakemudi turun di jalan AS

Baca juga: Hyundai Kona 2019 dan Volester N 2019 meraih “Best Buy Book Award”

Baca juga: Elliot menuntut Hyundai Motor Group untuk mengembalikan kelebihan modal

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2018

DBX prototipe SUV pertama dari Aston Martin

Jakarta (ANTARA News) – SUV pertama merek kendaraan mewah secara resmi dikonfirmasi yang diberi nama DBX, Aston Martin sebagai produsen telah membuat langkah yang signifkan dengan hadirnya SUV ini. Dengan pengembangan pertama prototipe yang dimasukkan melalui anak perusahaan dan mitra sepanjang tahap Wlesh Rally yang menuntut Chief Enginer perusahaan, Matt Becker.

Tes pertama untuk DBX ini menandai dimulainya program pengujian ekstensif. Salah satu yang telah dimulai di Wales, sebagai anggukan ke fasilitas produksi St Athan baru Aston Martins di Vale of Glamorgan.

Kendati demikian, simulasi adalah bagian penting dari fase pengembangan awal DBX, uji   prototipe pertama di Wales ini menandakan awal dari pengujian ‘dunia nyata’, di mana SUV akan menjadi sasaran rezim yang menghukum yang pada akhirnya akan melihat pengembangan prototipe dari semua yang baru. mesin mengatasi beberapa lingkungan paling keras di dunia, mulai dari gurun Arktik yang beku dan terik di Timur Tengah hingga melewati Alpine yang tinggi dan tuntutan kecepatan tinggi dari autobahnen Jerman dan Nürburgring Nordschleife.

Seperti dikutip laman resmi Astoin Martin, Rabu waktu setempat. Sifat unik DBX dalam kisaran Aston Martin membutuhkan program pengujian khusus. Salah satu yang menampilkan proses, prosedur dan standar baru yang mencerminkan peran serba gunanya. Jadi, meskipun akan tampil dengan semangat dan ketenangan Aston Martin sejatinya. kemasan dinamisnya harus meluas ke area yang sebelumnya terlarang, tentu ini termasuk kemampuan multi-terrain dan towing yang mengesankan sebagaimana layaknya SUV yang canggih.

Berbicara tentang drive-nya dalam pengembangan prototipe DBX, Chief Engineer Aston Martin, Matt Becker, mengatakan Kami telah mengembangkan dan menyetel DBX di simulator mengemudi, yang telah memungkinkan kami untuk membuat kemajuan yang sangat baik sebelum mobil prototipe fisik pertama menjadi tersedia.

“Sebagai seorang insinyur, sungguh mengasyikkan untuk merasakan mobil yang Anda buat. DBX adalah jenis Aston Martin yang sangat berbeda, tetapi kami akan mengujinya di semua kondisi dan di semua medan untuk memastikannya memberikan pengalaman berkendara yang layak dari produk yang mempunyai lambang lencana sayap,” katanya.

“Melihat prototipe pengembangan DBX  adalah bab penting dalam kisah SUV pertama kami, karena ini adalah momen yang benar-benar menjadi hidup. DBX jauh lebih dari sekadar SUV, itu akan menjadi model pertama yang dibangun di fasilitas baru kami di St Athan. Karena itu, ini adalah awal dari era baru yang berani dalam sejarah panjang perusahaan,” kata Aston Martin Lagonda President dan Group Chief Executive Officer, Andy Palmer.

DBX dijadwalkan akan diresmikan pada kuartal terakhir 2019 dan akan dibangun di fasilitas St Athan Aston Martin Lagonda; pabrik manufaktur mewah “state of the art” yang pada akhirnya akan menjadi “Rumah Elektrifikasi” ketika model EV sepenuhnya dari marque untuk memasuki produksi.

Baca juga: Aston Martin buka studio desain di China
Baca juga: Kemarin, desainer Indonesia ke Paris Fashion Week hingga Aston Martin New Vantage
Baca juga: Waymo perluas layanan mobil swakemudi

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2018

Hyundai umumkan harga Veloster N dibawah 30.000 dolar

Jakarta (ANTARA News) – Hyundai hari ini mengumumkan harga untuk kendaraan  Veloster N 2019, dengan model transmisi manual standar mulai dari 26.900 dolar AS dan model Paket Performa seharga  29.000 dolar  keduanya belum termasuk biaya pengriman sebesar  885 dolar AS. Semua model dari Veloster N 2019 mempunyai fitur transmisi manual dan akan mulai tiba di dealer pada bulan Desember nanti.

seperti dikutip dari laman resmi Hyundai, Rabu. Merek N  dari Hyundai dikembangkan untuk membuat jantung pengemudi berdetak lebih cepat kapan pun mereka ketika berada di belakang kemudi. Alih-alih berfokus pada nomor performa langsung, Hyundai memilih untuk menekankan detak jantung pengemudi N per menit (BPM), bukan revs per minute (RPM) dengan daya maksimum mencapai 275 daya kuda. Dengan karakter fun-to-drive sebagai prioritas utama, Veloster N telah dikembangkan untuk memberikan kemampuan menikung yang mendebarkan dengan Velg 19-inci w / 235 / 35R19 Pirelli P Zero ban musim panas Rotor depan memiliki 13,6 inci dan rotor belakang 12,4 inci (depan & belakang berventilasi) dipadukan dengan kemampuan mobil sport sehari-hari, 

Dibangun di atas Veloster Turbo yang sudah berfokus pada kinerja, Veloster N menambahkan derajat komprehensif diferensiasi eksterior, interior dan mekanis. Mesin Volester N mempunyai Turbocharged 2.0L menghasilkan hingga 275 daya kuda dan 260 lb.-ft. torsi. Kekuatan ini tidak ada apa-apanya tanpa kendali dan disinilah Veloster N bersinar. Semua peningkatan perangkat keras sasis dan tuning yang tak terhitung jumlahnya menyediakan pengalaman berkendara yang telah mendapatkan pujian bulat dari outlet media papan atas pada Nürburgring di Jerman.

Pengalaman berkendara ini semakin ditingkatkan dengan mesin yang menggetarkan knalpot berlebih saat mengemudi dan mengeluarkan semangat atau ketika mendayung shifter yang tepat dan melakukan upshifts dan rev-matched downshifts. Veloster N mengambil nama Veloster ke tingkat kinerja yang serba baru dan menetapkan merek N dengan cara yang akan mengesankan bagi penggemar mengemudi paling hardcore sekalipun.

Baca juga: “N” merek baru mobil berperforma tinggi dari Hyundai
Baca juga: Hyundai-Vodafone teken kesepakatan layanan mobil terkoneksi
Baca juga: Hyundai Motor berkomitmen dukung transisi energi hidrogen

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2018

TNI AL jajaki penggunaan kendaraan tempur bertenaga listrik

Surabaya (ANTARA News) – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menjajaki penggunaan kendaraan tempur dengan menggunakan tenaga listrik yang saat ini sedang dikembangkan oleh para mahasiswa dari Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, Jawa Barat.

Sementara ini satu unit mobil listrik karya mahasiswa ITENAS Bandung telah digunakan TNI AL sebagai mobil militer untuk keperluan patroli.

“Saya kira mobil listrik ini inovasi yang positif untuk digunakan oleh prajurt TNI,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji kepada wartawan, usai memimpin upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Marinir ke- 73 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

Dia menyebut hampir 90 persen masyarakat Indonesia saat ini menggunakan energi dari fosil. “Sehingga inovasi energi terbarukan mobil bertenaga listrik ini menjadi alternatif yang positif,” katanya.

Karenanya TNI AL bersedia menggunakan satu unit mobil bertenaga listrik karya mahasiswa ITENAS sebagai mobil militer yang akan dipergunakan untuk patroli.

Mobil patroli polisi militer TNI Angktan Laut hasil inovasi mahasiswa ITENAS itu disertakan dalam defile dalam rangka peringatan HUT Korps Marinir ke- 73 yang berlangsung di Lapangan Apel Bumi Marinir, Karangpilang, Surabaya, tadi pagi.

“Ini yang kami gunakan masih prototype mobil listrik hasil inovasi mahasiswa ITENAS. Tentunya masih perlu penelitian yang lebih matang dan perlu dikembangkan lagi,” ucapnya.

KASAL Siwi Sukma Adji berharap ke depan ada inovasi kendaraan atau peralatan tempur bertenaga listrik yang nantinya bisa dipergunakan untuk Korps Marinir maupun kesatuan TNI AL lainnya.

Manager Proyek dan Teknik dari Laboraorium Perancangan Kendaraan Listrik ITENAS Faisal Muhammad Daud menjelaskan mobil listrik yang saat ini dipakai untuk patroli mobil militer TNI AL adalah prototyp  jenis sport, dengan biaya pembuatan senilai Rp1 miliar.

Dia menandaskan, menjawab tantangan dari TNI AL untuk kendaraan tempur bertenaga listrik, saat ini ITENAS sedang dalam proses merancang kendaraan taktis yang bisa dipergunakan untuk prajurit TNI.

“Kendaraan taktis ini, karena bertenaga listrik, nantinya suara mesinnya senyap karena tidak terdengar,” ucapnya.

Baca juga: Blits bisa menempuh 300km dalam sekali pengisian listrik

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2018

TNI AL jajaki alat tempur listrik

(Antara)- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menjajaki penggunaan kendaraan tempur dengan menggunakan energi listrik, yang saat ini sedang dikembangkan oleh para mahasiswa dari Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung,  Jawa Barat. Saat ini satu unit mobil listrik karya mahasiswa Itenas telah digunakan TNIAL sebagai mobil militer untuk keperluan patroli.

AMMDes tampil keren di IMX 2018

Jakarta (ANTARA News) – Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) turut meriahkan ajang Indonesia Modification Expo (IMX) 2018.

Spesial untuk acara ini, tampilan AMMDes dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tampak lebih keren. Modifikasi tersebut terlihat dari desain eksterior yang berbeda dari produk aslinya.

“Kalau modifikasi ini dari IMX, mereka minta unit dari kita sedangkan konsep dari mereka. Tapi perubahannya hanya di eksterior aja,” ucap Dwi Hartono selaku Wakil Presiden Direktur PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (PT KMWI) kepada Antara di ajang IMX 2018, Sabtu.

Ada dua unit kendaraan yang sudah dimodifikasi ditampilkan di booth AMMDes. Perubahan terlihat dari desain eksterior yang bernuansa motif batik.

Sedangkan unit lainnya, perubahan terlihat dari penambahan roll bar di bagian depan sehingga membuat tampilan kendaraan petani ini terlihat lebih gahar. Tampilan kendaraan AMMDes yang sudah dimodifikasi dalam ajang IMX 2018, Sabtu (17/11/2018). (ANTARA News/Yogi Rachman)

Kendaraan produksi anak bangsa ini pertama kali diperkenalkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 beberapa waktu lalu.

Serangkaian uji coba telah dilakukan dalam pengembangan AMMDes, termasuk mengenai perizinan dengan Kementerian Perhubungan.

Rencananya AMMDes akan diproduksi secara massal pada Januari 2019 dan akan dijual dengan harga Rp70 juta. Kendaraan ini diproduksi untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan perkebunan di pedesaan.

Baca juga: AMMDes, mobil Pak Tani yang bakal diproduksi massal Januari 2019

Baca juga: Sepatu kolaborasi Saint Barkley dan Datsun meriahkan IMX 2018

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2018

Gearhead Monkey Garage targetkan pasar ekspor

Jakarta (ANTARA News) – Dunia modifikasi kustom di Indonesia semakin berkembang. Beberapa tuner lokal sudah mampu berkarya memproduksi komponen sendiri, salah satunya Gearhead Monkey Garage yang juga tengah menargetkan pasar ekspor.

Ditemui dalam gelaran Indonesia Modification Expo (IMX) 2018, Gearhead Monkey Garage memamerkan beberapa karya modifikasi mobil. Salah satunya modifikasi Ford keluaran tahun 1932 dengan perubahan sasis dan bodi yang diproduksi sendiri.

“Mobil ini prototipe, karena aslinya ini hanya bodi dan sasis yang diproduksi di bengkel kami. Kedepannya saya pengin ekspor bukan untuk di Indonesia,” ucap Iman dari Gearhead Monkey Garage saat berbincang di IMX 2018, Sabtu.

Iman mengatakan, biaya yang dihabiskan untuk memproduksi sasis dan bodi sendiri mencapai Rp200 juta. Nominal ini diklaim jauh lebih murah dibandingkan dengan produksi serupa buatan Amerika dengan kualitas yang setara.

“Di Amerika bodinya sendiri seharga Rp130 juta kalau sama sasis angkanya bisa lebih dari Rp200 juta, yang kita buat ini harganya dibawah itu,” ujarnya.

Beberapa negara target tujuan ekspor, seperti Australia, Malaysia, dan Inggris yang mengadopsi setir mobil kanan. Pihaknya sengaja menyasar pasar ekspor terlebih dahulu dibandingkan dengan Indonesia. 

“Sekarang bagaimana caranya kita dikenal dunia dulu deh, baru nanti Indonesia akan menghargai kita juga di kancah lokal,” ucapnya.

Baca juga: Kunjungi IMX 2018, Bambang Soesatyo kepincut mobil modifikasi ini

Dirinya tak menampik masih kurangnya dukungan pemerintah terhadap kreativitas tuner lokal yang mampu membuat komponen kustom yang bisa bersaing secara global. Inilah yang menurutnya masih menjadi kendala.

“Menurut saya dukungan pemerintah masih melihat apakah ini bisa menjadi industri ataukah tidak. Kalaupun jadi industri masih terlalu home industry. Jadi masih dilihat sebelah mata sebenarnya industri otomotif di Indonesia,” kata Iman.

“Kalau nanti ekspor berhasil dan diakui pemerintah Indonesia, boleh diproduksi dan dipasarkan di lokal, saya ingin jadi media setiap bengkel menjadi kanvas kosong karena bebas mau diapain juga. Kita pengin lihat industri otomotif Indonesia maju kedepannya,” ujarnya.

Baca juga: Tips memulai modifikasi mobil

Baca juga: AMMDes tampil keren di IMX 2018

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Subagyo
Copyright © ANTARA 2018

Peluncuran Mobil Listrik BMW i8 Roaster

Peluncuran Mobil Listrik BMW i8 Roaster

Vice President Sales BMW Indonesia Bayu Riyanto (kedua kanan) dan Vice President After Sales BMW Indonesia Ariefin Makaminan (kanan) menjelaskan cara pengisian baterai produk mobil BMW i8 Roadster saat peluncuran dalam Indonesian Bimmerfest 2018, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/11/2018). Kendaraan listrik atap terbuka pertama dari BMW tersebut menjadi salah satu upaya pabrikan asal Jerman itu dalam mengurangi ketergantungan dunia otomotif terhadap bahan bakar minyak. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Motor Listrik “Gesits” siap diproduksi massal awal 2019

(Antara)-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, memastikan motor listrik “Garansindo Electric Scooter ITS” (Gesits), akan diproduksi secara massal mulai awal 2019. Motor listrik tersebut merupakan hasil inovasi dari mahasiswa institut teknologi sepuluh november (ITS) Surabaya.