Hingga September 2018, PTPP Raih Nilai Kontrak Rp 32 T

JawaPos.com – PT PP (Persero) Tbk melakukan prosesi topping off Proyek Social Security (SS) Tower di Jakarta pada Kamis (18/10). Perseroan selaku kontraktor sekaligus pemilik proyek tersebut melalui PT Sinergi Investasi Properti optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek Social Security Tower selama 21 bulan terhitung sejak Juli 2017 dan ditargetkan selesai pada Maret 2019.

Proyek yang berlokasi di kawasan Kuningan Jakarta tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 480 miliar. SS Tower merupakan gedung perkantoran dengan jumlah lantai 33 (tiga puluh tiga) lantai.

Proyek Social Security Tower merupakan proyek investasi yang dimiliki oleh PT Sinergi Investasi Properti yang kepemilikannya terdiri dari BPJS Ketenagakerjaan dan PT PP (Persero) Tbk. Dari segi biaya, proyek tersebut menelan biaya investasi hingga Rp 546 miliar bersumber pendanaan berasal dari modal perusahaan dan pinjaman perbankan.

Sementara itu, Perseroan berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 32,45 triliun sampai akhir September 2018. Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 1,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) sebesar Rp 31,96 triliun.

“Sampai dengan September 2018 ini, Perseroan berhasil merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 66 persen dari total target yang ditetapkan oleh Manajemen Perseroan, yaitu sebesar Rp 49 triliun di 2018. Perseroan optimistis dapat meraih sisa kontrak baru terhadap target yang telah ditetapkan dalam waktu tiga bulan ini,” ujar Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat di Jakarta, Jumat (19/10).

Pencapaian kontrak baru sebesar Rp 32,45 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan sebesar Rp 26,51 triliun (81,72 persen) dan anak perusahaan sebesar Rp 5,93 triliun (18,28 persen). Beberapa proyek yang berhasil diraih Perseroan hingga September 2018, antara lain Bandara Kulon Progo sebesar Rp 5,58 triliun, Makassar New Port Tahap IB dan IC Rp 2,49 triliun, Nipa Tank Terminal Phase 2 Rp 1,53 triliun, Perluasan Apron Bandara Ngura Rai Rp 1,36 triliun, Scatered Duel Fuel Engine MPP 120 MW Paket 1 Rp 1,23 triliun, Scatered Duel Fuel Engine MPP 120 MW Paket 2 Rp 1,06 triliun, Dermaga Patimban Subang sebesar Rp 1,02 triliun, Pertamina Warehouse Rp 933 miliar, Hotel Mandalika Paramount Rp 850 miliar, Runway 3 Bandara Soekarno Hatta Section 1 Rp 726 miliar.

Sampai dengan September 2018, perolehan kontrak baru Perseroan didominasi dari proyek BUMN sebesar Rp 17,12 triliun atau 52,78 persen, disusul oleh proyek Swasta sebesar Rp 11,05 triliun atau 34,05 persen dan proyek APBN/Pemerintah sebesar Rp 4,27 triliun atau 13,17 persen dari total perolehan kontrak baru.

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu Gedung sebesar 41,14 persen, Airport sebesar 18,66 persen, Jalan & Jembatan sebesar 12,24 persen, Port sebesar 10,87 persen, Power Plant sebesar 7,50 persen, Oil & Gas sebesar 4,73 persen dan sisanya dikontribusi oleh industri sebesar 2,66 persen, DAM 1,93 persen dan Kereta Api sebesar 0,27 persen.

(srs/JPC)