Ekonomi Lambat, Metland dan Keppel Land Tetap Pede Jual Rumah Rp 2 M

JawaPos.com – Pertumbuhan bisnis properti yang lesu tak mengurungkan niat PT Metropolitan Land Tbk (Metland) dan Keppel Land Limited meluncurkan fase terakhir hunian kelas menengah The Riviera at Puri, Tangerang. Peluncuran itu merupakan tahap ketiga dengan jumlah unit sebanyak 151 rumah dengan harga mulai Rp 2,75 miliar hingga di atas Rp 10 miliar.

Menurut Direktur Metland Olivia Surodjo, tidak dipungkiri pasar properti kelas menengah atas memang tengah melambat. Akan tetapi, bukan berarti orang-orang tajir itu tidak melakukan belanja sama sekali.

“Investor kelas atas hold itu ada benernya, mereka bukan berarti tidak belanja sama sekali. Mereka butuh sesuatu yang unik jadi bukan cuma buat investasi tapi nyaman ditinggali,” kata Olivia di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (18/10).

Dia mengatakan para konsumen kelas menengah atas menjadi sangat selektif untuk membelanjakan uangnya. Untuk itu diperlukan produk yang unik supaya dapat menarik pembeli. Olivia menuturkan The Riviera dibangun bukan hanya untuk investasi saja melainkan juga untuk end user.

“Jadi kalau mereka enggak beli sekarang terus abis belum tentu di tahun berikutnya bakal ada produk yang sama,” ujarnya.

Dalam fase ketiga ini, akan dijual tiga unit. Untuk tipe A harga jualnya Rp2,75 miliar, tipe B Rp 3,7 miliar, tipe C Rp 4,79 miliar dan tipe D mulai dari Rp 10 miliar. Head of Residential Keppel Land Indonesia Supardi Ang mengatakan pada fase satu dan dua, seluruh unit sudah ludes terjual.

Adapun, komposisi pembelinya sebanyak 70 persen pengguna dan 30 persen investor. Dia menyebut rata-rata pembeli fase yang sudah selesai adalah orang-orang yang tinggal di sekitar proyek tersebut. 

“Jadi banyak pembeli yang ada di sekitar lokasi proyek daripada renovasi lebih baik mereka jual rumah lamanya dan beli baru,” kata dia.

Ia menyebut kenaikan harga tanah di Riviera sendiri sudah naik 50 persen sejak fase pertama dibangun. Sehingga pembeli yang sudah mendapatkan insentif di fase pertama sudah bisa mendapatkan yield hingga 50 persen.

“(Untuk) fase awal karena ingin memberi insentif ke pembeli pertama, naiknya hampir 50 persen dari tahap satu. Jadi bisa dibayangkan yang beli tahap awal nilai investasi mereka sudah 50 persen,” jelasnya.

(uji/JPC)