Simak! 95 Persen Kawasan Jakarta Utara Ada di Bawah Permukaan Laut

Sejumlah media sing mengatakan bahwa Ibukota Jakarta merupakan kota yang paling cepat tenggelam di dunia. Mengutip laman rumah123.com, 95 persen kawasan Jakarta Utara akan berada di bawah permukaan laut pada 2050.

Peneliti asal Intitut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas seperti yang dilansir dari BBC mengatakan, lokasi Jakarta memang berada di tanah rawa. Jakarta juga dilintasi oleh 13 sungai yang bermuara di Laut Jawa.

Seperti diketahui, banjir sudah menjadi langganan di Jakarta, bahkan sejak penjajahan Belanda. Dalam dua dekade terakhir, Jakarta pernah dilanda banjir besar.

Menurutnya, ancaman Jakarta SBOBET bakal berada di bawah permukaan laut alias tenggelam memang bukan isapan jempol. Kawasan Jakarta Utara sudah mengalami penurunan tanah hingga 2,5 meter dalam 10 tahun. Bayangkan kalau penurunan tanah di beberapa kawasan Jakarta Utara mencapai 25 cm per tahun.

“Jadi jangan heran kalau air laut untuk merembes masuk ke daratan. Penurunan tanah sebenarnya juga terjadi di banyak tempat. Penurunannya bervariasi antara 1 cm hingga 15 cm per tahun. Potensi Jakarta bakal berada di bawah permukaan laut bukan bahan tertawaan lagi,” ujarnya seperti dikutip, Minggu (4/11).

ITB sudah meneliti penurunan tanah Jakarta selama 20 tahun. “Jika  melihat model penelitian kami, maka pada 2050 sekitar 95 persen kawasan Jakarta Utara bakal berada di bawah permukaan laut,” tandasnya.

Apartemen Daan Mogot City Resmi Lakukan Toping Off Tahap I

JawaPos.com – Kondisi perekonomian dan properti yang tengah melesu tak membuat semua pengembang properti kehabisan energi dalam membangun proyek properti. Salah satu pengembang yang justru mampu menuntaskan pembangunan proyeknya sesuai jadwal adalah proyek Daan Mogot City (Damoci).

Proyek superblok dikembangkan oleh SBOBET Indonesia China Communication Construction Group (CCCG) yang merupakan perusahaan BUMN milik pemerintah China lewat anak perusahaannya yang bernama PT China Harbour Jakarta Real Estate Development ini telah memasuki tahap topping off tahap 1A untuk Empat tower sekaligus yaitu tower Albatross, Bluejay, Canary dan Dove.

CEO Daan Mogot City, Shen Chao menjelaskan, sebagai bukti komitmen Daan Mogot City terhadap pasar Indonesia, Daan Mogot City pun telah melakukan topping off secara tepat waktu. Setelah groundbreaking pada bulan April 2017, hanya dalam waktu 18 bulan, Damoci telah mencapai tahap topping off untuk empat tower sekaligus.

“Dengan ini, kami berharap dapat menepati janji kami berikutnya, yaitu handover pada bulan Maret 2020 dan memberikan tempat tinggal baru kepada keluarga Damoci,” ujar dia di Jakarta, Minggu (28/10).

Sementara itu, General Manager Sales & Marketing Department Damoci, Billy Tanutama mengatakan, saat ini sudah lebih dari 50% unit atau sekitar 1.400 unit yang terjual dan terbagi menjadi tipe studio, premium studio, 2-bedroom dan 3-bedroom.

“Nantinya pemilik unit Damoci bisa menikmati hunian terintegrasi dengan fasilitas yang lengkap dimulai dari dua sekolah berstandar internasional dan nasional plus, shopping arcade, swimming pool, fitness center, klinik kesehatan, basketball court serta sky lounge yang akan dibangun dilahan seluas 16 hektar, dimana tahap pertama terdiri dari 4 hektar,” tandasnya.

(mys/JPC)

Jalan Trans Papua Sudah Tembus 909 KM dari Merauke Sampai Jayapura

JawaPos.com – Pembangunan jalan perbatasan Indonesia – Papua Nugini masih berlanjut. Kondisi jalan saat ini sudah tembus 909 km dari total 1.098 km jalan perbatasan mulai dari Merauke hingga Jayapura, Papua.

Pada akhir 2019 ditargetkan jalan perbatasan di Papua sudah tembus akan bertambah menjadi 919 km dan 179 km belum tembus. Kondisi jalan ditargetkan berupa aspal sepanjang 747 km dan perkerasan tanah/agregat sepanjang 172 km.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan jalan perbatasan bertujuan untuk mendukung pengembangan pusat pertumbuhan di kawasan perbatasan.

“Pembangunan kawasan perbatasan bukan hanya untuk gagah-gagahan tetapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan dengan menciptakan embrio pusat pertumbuhan baru. Seperti di Skouw, transaksi yang dilakukan dengan warga Papua Nugini tidak hanya sekadar makanan kecil namun juga emas,” kata Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Minggu (18/11).

Keberadaan jalan perbatasan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan di Papua. Waktu tempuh antar pusat ekonomi wilayah yang semula dalam bilangan minggu, semakin singkat menjadi hitungan hari dan apabila jalan sudah semakin baik kondisinya, maka bisa dalam hitungan jam. Dengan kemudahan transportasi barang dan manusia, diyakini akan berdampak pada penurunan harga barang dan jasa.

Salah satu ruas jalan perbatasan yang dikerjakan adalah Jalan Merauke-Sota-Boven Digoel sepanjang 422 Km yang terbagi menjadi 4 ruas. Ruas 1 menghubungkan Merauke–Sota sepanjang 78 Km, kondisinya sebagian besar sudah beraspal mulus, seperti pada KM 30 hingga Sota KM 78.

Sementara sebagian lainnya masih dilakukan perbaikan drainase jalan dalam rangka peningkatan kondisi jalan yang mulai rusak pada 4 titik, mulai KM 21 hingga KM 29 yang sempat ditinjau langsung oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri Basuki pada Jumat (16/11).

Sementara pada ruas 2 yang menghubungkan Sota–Erambu–Bupul sepanjang 111 Km saat ini kondisinya sudah 100 persen teraspal. Selanjutnya pada ruas ke-3 menghubungkan Bupul–Muting sepanjang 38 Km dan ruas ke-4 yang menghubungkan Muting–Boven Digoel sepanjang 195 Km juga sudah teraspal sehingga bisa dengan mudah dilalui kendaraan.

Preservasi jalan Merauke-Boven Digoel menghadapi tantangan dengan kondisi rawa dan tanah lunak. Oleh karena itu dilakukan peninggian badan jalan menggunakan tanah di sisi jalan. Peninggian badan jalan dari sisi jalan lebih efisien dibandingkan dengan penimbunan tanah dari luar Kabupaten.

Menteri Basuki secara khusus memerintahkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) 18-Ditjen Bina Marga untuk mengambil langkah ofensif untuk perbaikan drainase di bahu jalan, termasuk dengan menyediakan saluran pembuang dan pompa-pompa air, serta membuat kolam tampungan atau embung-embung kecil bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Merauke. Perbaikan drainase jalan diperlukan untuk menjaga tinggi air tetap dibawah badan jalan, terutama saat musim hujan. Dengan demikian kondisi jalan tidak cepat terdegradasi dan bisa tetap terjaga kondisinya.

Perbaikan jalan juga tidak menggunakan batu split karena ketiadaan material di lokasi. Batu split harus didatangkan dari Palu dengan biaya angkut yang mahal. Karena itu digunakan bahan Matos berupa campuran tanah dan semen untuk menambah unsur kapur, dan selanjutnya badan jalan dilakukan pengaspalan.

Sementara untuk Jalan Trans Papua sepanjang 3.535 km, yang terbagi di Papua sepanjang 2.465 km dan Papua Barat 1.070 km. Kementerian PUPR dari 2015-2019 terus melaksanakan pembangunan jalan baru sepanjang 945 km, serta melakukan peningkatan dan pemeliharaan jalan perbatasan dan Trans Papua sepanjang 4.160 km dalam kurun 4 tahun terakhir.

(uji/JPC)

Menteri Basuki Kirim 96 Insinyur Muda Untuk Bangun Rumah Warga NTB

JawaPos.com – Sebanyak 96 orang insinyur muda yang berasal dari CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil)  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diberangkatkan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membangun rumah warga yang rusak akibat gempa.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pengiriman tambahan tenaga insinyur muda CPNS PUPR tersebut bertujuan untuk membantu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa di Provinsi NTB, sekaligus mendorong pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di NTB. 

“Angkatan ketiga ini berjumlah 96 Orang. Terdiri dari 57 perempuan dan 39 laki-laki. Dikirim untuk memperkuat dan mempercepat pembangunan rumah tahan gempa, baik RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat ), RIKA (Rumah Instan Kayu), maupun RIKO (Rumah Instan Konvensional),” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki berpesan kepada para insinyur muda PUPR yang bertugas sebagai tenaga pendamping dapat menjaga komunikasi dan kerja sama yang baik dengan masyarakat. Sebelum diterjunkan, para insinyur muda tersebut memdapat pelatihan selama 2 hari mengenai pembuatan dan perakitan RISHA, program Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas) serta Socio Engineering. 

“Komunikasi yang baik dengan masyarakat dalam membangun rumah yang tahan gempa sesuai prinsip build back better. Selalu jaga kredibilitas dan integritas Kementerian PUPR dalam mendampingi masyarakat. Selain itu juga harus menjaga sopan santun dan selalu kompak,” pesan Menteri Basuki. 

Menteri Basuki menambahkan tugas sebagai tenaga pendamping ini menjadi bagian penting tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram dan wilayah terdampak di NTB. 

“Ini merupakan tugas khusus yang tidak akan dialami oleh semua PNS. Tugas lapangan seperti ini akan membentuk karakter Saudara sekalian ke depan dalam bekerja. Manfaatnya mungkin baru akan dirasakan dalam 10 tahun lagi,” ujarnya.

Dari tiga pilihan rumah tahan gempa, RISHA menjadi model yang paling banyak dipilih warga untuk membangun kembali rumahnya.  “Antusiasme masyarakat sangat besar untuk membangun RISHA sehingga kita perkirakan adanya kebutuhan produksi material untuk 300 unit rumah setiap hari. Namun saat ini material di lapangan masih kurang sehingga harus ditambah dari luar NTB,” katanya. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga menyatakan, bahwa dari sekitar 75.000 rumah warga yang telah teridentifikasi rusak berat, sebanyak 40 persen nya atau 30.000 unit dipilih warga menggunakan teknologi RISHA. 

“Jika kita harus selesaikan 30.000 dalam waktu 6 bulan, berati dalam 1 bulan harus siap sekitar 5 ribu, artinya dalam 1 hari dibutuhkan 100 hingga 200 unit. Sementara produksi materialnya saat ini baru bisa mencukupi sekitar 30-40 perhari. Untuk itu perlu peningkatan produksi yang melibatkan BUMN dan UMKM,” ujar Danis. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Lolly Martina Martief, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Luthfiel Anam Achmad dan sejumlah pimpinan tinggi pratama di Kementerian PUPR. 

Sebelumnya Kementerian PUPR telah mengirimkan 400 insinyur muda secara bertahap, yakni  178 orang dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung pada Kamis (30/8/2018) dan 222 orang dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada Jumat (31/8).

(uji/JPC)

Luar Biasa! Jakarta-Surabaya Hanya 8 Jam Lewat Tol Trans-Jawa

JawaPos.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau kesiapan tol trans-Jawa yang akan beroperasi pada akhir 2018, dengan berkendara menempuh rute Surabaya sampai Telkom Landmark Tower yang berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sebagai lokasi finis. 

Perjalanan sepanjang kurang lebih 800 kilometer itu diperkirakan akan memakan waktu sekitar 16 jam dengan meninjau sejumlah titik dan beristirahat.

Menurutnya, tol trans-Jawa adalah jalur yang dinantikan lebih dari 20 tahun karena memang sudah dicanangkan sejak lama. Tol trans-Jawa mulai dari Merak sampai Surabaya harus bisa diresmikan pada Desember 2018, hingga kemudian tersambung sampai dengan Banyuwangi. 

“Kalau kita bisa jalankan seluruh itu memang pertumbuhan ekonomi kita akan meningkat. Saya berterima kasih sekali kepada Jasa Marga, Waskita Karya dan para BUMN Karya, juga para kontraktor lainnya yang sudah bekerja keras,” kata Rini dalam siaran persnya, Senin (12/11). 

Menurut Rini, terkoneksinya Pulau Jawa melalui jalan tol akan memberikan dampak positif bagi perekonomian. Ia menjelaskan, yang paling utama yakni biaya logistik yang tentu akan lebih murah karena akses transportasi yang lebih cepat dan efisien. Hal itu kemudian akan diikuti dengan terbukanya lapangan kerja serta menggerakkan kegiatan perekonomian di daerah yang dilalui ruas tol trans-Jawa. 

“Dengan adanya jalan tol, lokasi-lokasi dekat pintu keluar-masuk jalan tol pun tentu akan berkembang cepat sebagai kawasan bisnis, baik industri perdagangan, jasa keuangan dan perbankan, dan sebagainya. Tol trans-Jawa juga akan meningkatkan pertumbuhan kawasan properti,” ujar dia.

Sementara Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan bahwa waktu tempuh Jakarta-Surabaya dan sebaliknya akan terpangkas signifikan berkat adanya Tol trans-Jawa. Mengingat, melalui jalan raya nasional bisa mencapai 20 jam, dengan jalan tol perjalanan bisa ditempuh kurang dari 15 jam.

“Waktu tempuh menjadi lebih singkat berkat adanya Tol trans-Jawa. Idealnya Jakarta-Surabaya 10 sampai dengan 12 jam. Dari Jakarta sampai ke Kota Surabaya sekitar 800 km, kalau dipacu dengan kecepatan 100 km per jam saja mungkin hanya 8 jam. Tapi kan tetap perlu beristirahat pengendaranya agar safe, jadi ya bisa 10 sampai 12 jam lah paling lama,” jelas Desi.

Sebagai informasi, penyelenggaraan Ekspedisi Tol Trans-Jawa ini merupakan inisiasi Kementerian BUMN bekerja sama dengan sejumlah BUMN seperti Jasa Marga, Waskita Karya, Adhi Karya, Wijaya Karya, PTPP, BNI, Mandiri, BRI, BTN, Pertamina, Telkom, PNM, dan PTPN Holding. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh PT Astra International Tbk. Sebelumnya Kementerian BUMN juga telah melaksanakan Ekspedisi Tembus Tol Trans-Sumatera pada akhir Agustus lalu.

(ce1/mys/JPC)

Ekspansi Bisnis, COHG Hotels Operasikan 2 Hotel Baru di Semarang

JawaPos.com – Bisnis perhotelan tetap menjadi incaran kalangan investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia, baik dikelola sendiri maupun diserahkan pada perusahaan pengelola jaringan hotel. Salah satunya akan dilakukan jaringan COHG Hotels milik PT Kota Satu Manajemen yang akan mengelola dua hotel baru, yakni Cityone Hotel Simpang Lima Semarang dan Cityone Xpress Semarang.

COHG Hotels milik PT Kota Satu Manajemen merupakan brand hotel manajemen di bawah naungan PT Kota Satu Properti Tbk. Mengusung konsep Smart stay with style, Cityone Hotel Simpang Lima Semarang merupakan hotel bintang 2 yang akan beroperasi pada awal tahun 2019.

Sedangkan Cityone Xpress Semarang merupakan hotel budget dengan konsep Simple stay with style menyasar traveler yang hanya memerlukan kebutuhan esensial dan akan beroperasi di bawah naungan COHG Hotels pada Desember 2018.

“Saat ini COHG Hotels telah mengoperasikan dua hotel, yaitu hotel bintang 3 Allstay Hotel Simpang Lima Semarang dan Hotel bintang 2+ (dua plus) Allstay Ecotel Wahid Hasyim Yogyakarta,” ujar Direktur COHG Hotels, Dedy Sumrdi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/11).

Bila dua hotel di Semarang sudah beroperasi penuh, jaringan COHG Hotels akan mengoperasikan empat hotel. Hal ini sejalan dengan rencana jangka panjang COHG Hotels yang hingga tahun 2023, menargetkan untuk mengoperasikan 30 hotel di berbagai kota di seluruh Indonesia.

(ask/JPC)

Bangun 4 Tol, Citra Marga Nusaphala Persada Butuh Dana Rp 25 Triliun

JawaPos.com – Perusahaan operator jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana akan membangun empat jalan tol. Sehingga, perusahaan membutuhkan dana sekitar Rp 25 triliun.

Direktur Utama CMNP Tito Sulistio membeberkan, tol yang akan dibangun di antaranya tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), pelebaran tol Ancol Timur hingga Pluit, perpanjangan Depok-Antasari dan satu tol di dalam Kota Bandung

“Cisumdawu tuh di pinggiran jalan tol ke Kertapatih. North South Link (NSL) di Bandung jadi kita dari Soreang ke Pasir Koja sampai ke tengah kota. Jadi di tengah kota Bandung, jadi Bandung nggak macet lagi tapi semua (tol) elevated,” ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (5/11).

Mantan Direktur Utama BEI ini menyebut, proyek tol untuk Depok-Antasari yang saat ini hanya dibuka sampai Cinere. Untuk Maret-Mei, tol akan dibuka sampai Sawangan dan menyatu dengan Salabenda, Bogor.

“Terus yang Depok-Antasari sekarang kan sudah buka tuh sampai Cinere, tahun depan kira-kira Mei akan dibuka sampai Sawangan terus nanti langsung disatuin ke Salabenda Bogor. Jadi kan Jagorawi nih kita lagi bikin yang sejajar sama Jagorawi, jadi ntar orang dari Cinere, Bintaro, Kebayoran nggak usah ke Jagorawi-Cibubur lagi, langsung bisa,” imbuhnya.

Untuk mendapatkan pendanaan sebesar Rp 25 triliun tersebut perusahaan akan mencari beberapa sumber, seperti penerbitan saham baru (rights issue) hingga Global Bond.

(mys/JPC)

Mastery by Crown Group, Proyek Pengusaha RI Dirancang 3 Arsitek Dunia

JawaPos.com – Pengusaha properti asal Indonesia, Iwan Sunito terus melebarkan sayap bisnisnya di Sydney, Australia. Setelah sukses membangun beberapa apartemen seperti di Bondi Junction, Parramatta, Ashfield, Epping, Homebush, Newington, Pennant Hills hingga Rhodes, kini Iwan membuat apartemen dengan konsep yang mendunia.

Proyek tersebut yaitu Mastery by Crown Group, hunian terbaru yang dirancang Crown Group. Terletak di 48 O’Dea Avenue Waterloo, hunian ini dirancang tiga arsitek kenamaan dunia yaitu Kengo Kuma, Koichi Takada dan Silvester Fuller. Ini adalah kali pertamanya Kengo Kuma merancang hunian di Australia.

Kengo memiliki ide unik desain eksterior layaknya hutan susun yang didominasi kayu untuk merevolusi cakrawala Waterloo, dengan kolam renang atap kantilever yang spektakuler, pusat kebugaran, spa, lounger bagi para penghuni dan bioskop mini.

Iwan menjelaskan, konsep apartemen ini nantinya seperti bukit hijau di tengah kota. Ini juga merupakan gedung pertama di Sydney yang menggunakan konsep gedung hijau. Nantinya, di komplek apartemen ini juga akan dikembangkan konsep ritel bergaya Jepang layaknya Japanese Food Town.

“Konsep ini disambut baik masyarakat Jepang dan Australia. Operator makanan luar negeri seperti Jepang dan Singapura juga tertarik mengisi ritel di sini,” kata Iwan saat ditemui di Sydney, baru-baru ini.

Sementara itu, Head of Global Capital Crown Group Priska Edwards menjelaskan, Mastery by Crown Group ini terdiri dari lima menara hunian. Tertinggi adalah menara setinggi 19 lantai yang dirancang oleh Kengo Kuma. Sedangkan, empat sisanya, tiga dirancang oleh Koichi Takada dan satu lagi oleh Silvester Fuller.

“Kita akan bikin kampung Jepang di sini. Lokasi kita tidak jauh dan hanya 5 Km dari pusat kota. Untuk ritel juga sudah banyak yang tertarik. Kita juga punya rencana akan baut festival bazar Jepang di sini,” katanya.

Priska menjelaskan, digandengnya tiga arsitek kenamaan akan menjadi daya tarik tersendiri untuk apartemen. Sebab, konsumen saat ini sudah sangat fanatik dengan tokoh yang mereka cintai.

“Arsitek itu sudah jadi selebriti di luar negeri. Misalnya Kengo Kuma, banyak masyarakat ke sini melihat dia dan menangis karena memang karyanya bagus,”

Penjualan unit apartemen ini sendiri baru akan dimulai pada 17 November 2018. Sedangkan, konstruksi ditarget selesai pada 2021. Prisca menargetkan pembeli dari berbagai negara, namun mayoritas masih dari Australia. Sebab, lokasi apartemen sangat strategis karena sangat dekat dengan pusat kota.

“Target kita lokal karena daerah ini dekat dengan kota, bandara, kampus. Untuk target orang Indonesia mungkin keluarga yang menyekolahkan anaknya ke sini, biasanya beli di sini karena enggak jauh dari kampus,” jelas Prisca.

Untuk penjualan Mastery by Crown Group ini, perusahaan pertama kalinya menggelar program promo yang cukup menarik. Untuk setiap pembeli akan mendapat kupon yang berkesempatan mendapatkan mobil Maserati anyar.

“Promo kita ada sebuah Maserati yang nantinya diundi dari semua pembeli. Siapa menang dia dapat,” pungkasnya.

(srs/JPC)

Bangun Superblok, Pengembang Domestik Gandeng Perusahaan Tiongkok

JawaPos.com – Respons pasar properti nasional masih dianggap memiliki potensi besar. Bahkan untuk mengoptimalkan pasar, pengembang perusahaan dalam negeri pun menggandeng perusahaan asing yakni dari Tiongkok.

Kedua perusahaan yang berkolaborasi tersebut yakni PT Prioritas Land Indonesia (PLI) dan Nantong Double Great Group. Kedua perusahaan itu berkolaborasi untuk membangun superblok di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Presiden Direktur PT Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra mengatakan, kerja sama dengan Nantong Double Great Group dalam bentuk pembagian saham. “Nantong mengakuisisi saham kami sebesar 51 persen saham, sementara 49 persen masih dipegang oleh Prioritas Land,” kata Marcell, dalam keterangan persnya, Kamis (1/11).

Bahkan pembangunan pondasi untuk proprertinya yang bernama K2 Park sudah dilakukan Senin (29/10) lalu. Pengembangan ini menelan dana investasi sebesar Rp 800 miliar itu diperkirakan tuntas pada 2022.

Lebih jauh Marcell menyebut, Nantong Double Great Group merupakan perusahaan tekstil sekaligus pengembang yang berpengalaman di daerah asalnya, Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Kerja sama dengan Prioritas Land Indonesia merupakan langkah pertama Nantong dalam berekspansi ke Indonesia.

“Kami merasa sangat beruntung bisa bekerja sama dengan Nantong. Nantong baru pertama kali masuk ke Indonesia dan langsung menggandeng kami,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan CEO Nantong Double Great Group, Guo Yonghe. Menurut Guo Yonghe, pasar properti Indonesia masih sangat menjanjikan mengingat kebutuhan hunian di Indonesia masih tinggi. Apalagi, keberadaan hunian high rise sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dan generasi milenial. “Kami optimistis, ke depan proyek hunian high rise masih menarik bagi para investor,” kata dia.

Adapun dalam rencananya, K2 Park yang terletak di daerah Gading Serpong, dikembangkan di atas lahan seluas 3 hektare (ha). Di lahan itu akan terdapat kawasan terpadu (mixed use) yang akan menghadirkan 6 tower. Masing-masingnya memiliki 32 lantai.

Empat tower akan menyajikan 2.500 unit apartemen. Sebuah tower perkantoran yang sebagian dijual dan sebagian disewakan, yakni Education Tower akan diisi oleh sejumlah institusi pendidikan. Sebuah sebuah tower lainnya akan menjadi hotel.

Di samping itu, superblok ini juga akan menghadirkan food hall, area komersial, restoran, cafe, dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

(iil/jpg/JPC)

Sebelum 2019, Seluruh Tol Trans Jawa Siap Dioperasikan

JawaPos.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan konstruksi ruas Tol Salatiga-Kartasura sepanjang 32 km yang merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo, ditargetkan rampung pada November 2018 sehingga dapat dilalui arus mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Saat ini, progresnya sudah mencapai 92 persen.

“Insya Allah seluruh Tol Trans Jawa akan kita operasikan sebelum akhir Desember 2018, termasuk ruas Salatiga-Kartasura untuk mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Semua sudah operasional bukan fungsional lagi. Kemungkinan masih kita gratiskan hingga ditetapkan tarif definitifnya pada Januari 2019,” kata Menteri Basuki di Jakarta, Kamis (1/11).

Selain ruas Salatiga-Kartasura, Menteri Basuki menyatakan ruas tol Trans Jawa lainnya yang rampung akan mulai dioperasikan secara bertahap hingga akhir Desember 2019.

“Jadwal peresmian dan pengoperasiannya tidak serentak. Ruas lainnya yakni ruas Tol Pejagan-Pemalang, Sragen-Ngawi, Batang-Semarang, Salatiga-Kartasura, Pemalang-Batang dan Wilangan-Kertosono,” kata Basuki.

Terkait pembangunan Jembatan Kali Kenteng yang menjadi titik kritis pada arus mudik Lebaran 2018 lalu, progres konstruksinya kini sudah 95 persen dan dalam tahap penyelesaian akhir. Pekerjaan yang sedang dilakukan sekarang yakni pengecoran badan jembatan untuk kemudian dapat dilakukan uji beban.

“Sekarang tersisa tiga span sepanjang 120 meter untuk pengecoran mulai tanggal 3 November. Pada minggu berikutnya diperkirakan sudah bisa dilewati mobil kecil, sambil menunggu umur beton cukup. Umur beton yang ideal setelah pengecoran adalah 28 hari untuk kemudian dapat dilakukan uji beban,” jelasnya.

Jembatan Kali Kenteng berada di Seksi 3 dan 4 tol Semarang-Solo, dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Jasamarga Solo Ngawi (PT. JSN) memiliki panjang 496 meter dengan jumlah pilar sebanyak 13 buah dimana pilar tertinggi mencapai 40 meter.

Basuki mengatakan Jembatan Kali Kenteng yang sempat mengalami perubahan desain dari Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan (KKJTJ), telah didesain dengan masa layanan mencapai 100 tahun. “Masyarakat harus mematuhi aturan beban (dalam penggunaannya) dan turut memelihara dengan baik,” tegasnya.

Tol Semarang-Solo memiliki total panjang 72,64 km, dibangun dengan investasi yang cukup besar yakni lebih dari Rp 7 triliun. Pembangunan Seksi 1-3 yakni dari Semarang hingga Salatiga dilakukan oleh PT. Trans Marga Jateng dan sudah beroperasi.

Seksi 4 dan 5 semula akan dibangun oleh Kementerian PUPR sebagai dukungan Viability Gap Fund (VGF), namun dapat dibangun melalui investasi PT JSN yang sahamnya dimiliki oleh PT Jasa Marga (60 persen) dan PT Waskita Toll Road (40 persen). Meskipun dibangun oleh PT JSN, namun pengoperasiannya akan dilakukan oleh PT TMJ.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Hedy Rahadian, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Semarang Akhmad Cahyadi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Ruhban Ruzziyatno, Dirut PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) David Wijayatno dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

(uji/JPC)

Jangan Terjebak! Simak 5 Tips Ini Jika Mau Beli Rumah Perdana

JawaPos.com – Jika kamu hendak membeli rumah pertama tentunya masih ada perasaan gamang yang melanda hatimu. Tapi tenang saja, sebagai pembeli rumah pertama alias belum pernah punya rumah, wajar aja sih kalau kamu masih gamang. 

Sebenarnya kalau mau membeli rumah untuk pertama kalinya, hal-hal apa saja sih yang harus kamu perhatikan? Simak 4 tips dari Rumah123.comberikut ini sebelum kamu membeli:

1. Pikirkan Bagaimana Kalau Rumah Pertamamu Mau Dijual Lagi?

Apakah kamu berencana menempati rumah pertamamu hanya untuk beberapa tahun pertama saja? Kalau iya, tidak ada salahnya jika kamu memikirkan rencana untuk menjualnya lagi suatu hari nanti.

Untuk itu, kamu harus memastikan lingkungan rumah yang akan kamu beli itu cukup bagus. Misalnya, jika jauh dari sekolah yang bagus, ada kemungkinan calon pembeli rumahmu yang memiliki anak kecil tidak akan mau membeli rumahmu tersebut.

Selain lingkungan, tentunya kamu juga harus mencari rumah yang lokasinya berdekatan dengan transportasi publik. Seperti stasiun KRL, halte transjakarta atau jalan tol. Hal itu akan memudahkanmu apabila ingin menjual kembali rumah pertama.

2. Haruskah Bikin Daftar Checking ?

Proses membeli rumah biasanya lebih banyak melibatkan perasaan. Nah, itu yang kamu harus kontrol. Pada kenyataannya, banyak hal yang seharusnya kamu periksa saat kamu membeli rumah pertama. 

Jadi, sebaiknya kamu buat daftar apa saja yang kamu inginkan ada di rumah pertamamu itu. Contreng yang ada di daftarmu atau beri tanda setiap kali kamu mengunjungi sebuah rumah yang ingin kamu beli.

3. Dana yang Harus Disiapkan Apa Aja?

Ingat, uang yang harus kamu keluarkan untuk membeli sebuah rumah tidak melulu hanya soal harga. Jadi, pastikan kamu menghitung semua pengeluaran yang dibutuhkan saat membeli rumah tersebut. Sebut saja pajak, bunga bank, asuransi, hingga biaya perbaikan.

4. Perjanjian Jual-Beli itu Harus Dibaca?

Sebuah rumah, berapa pun besar-kecil ukurannya, selalu menyedot dana ratusan juta rupiah. Jadi, pastikan kamu membaca dan memahami dengan baik isi perjanjian jual-beli tersebut. 

Sebaiknya gunakan agen properti saat mencari rumah untuk membantu kamu memahami perjanjian, baik dengan si penjual atau si pengembang, juga pihak bank.

5. Rajin Datang ke Pameran Properti

Jika kamu tak mempunyai banyak waktu untuk hunting rumah sementara kamu ragu untuk membeli rumah via platform jual-beli rumah online. Tenang saja, ada cara lain yang bisa dilakukan. 

Salah satunya mendatangi pameran properti. Disana, kamu bisa mencari rumah mulai dari yang cicilannya rendah, down paymentnya rendah sampai yang paling bagus lokasinya. Hal ini akan membuat kamu memiliki banyak pilihan.

Nah, selamat berburu rumah idaman!

(uji/JPC)

Bidik Investor Properti, Crown Group Tawarkan Apartemen di Sidney

JawaPos.com – Pelemahan Rupiah yang kini menembus level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (USD) tak menyurutkan pengembangan properti untuk menawarkan produk-produk properti di luar negeri kepada investor di dalam negeri.

Salah satunya dilakukan Crown Group yang membangun apartemen Mastery di Sidney Australia. Proyek ini berada di kawasa Waterloo, Sidney.

“Ada banyak keuntungan bagi investor yang menanam investasi di Negeri Kangguru, seperti ekonominya yang stabil,” ujar CEO Crown Grup, Iwan Sunito dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/10).

Menurutnya, Australia menjadi salah satu pilihan warga Indonesia untuk berinvestasi properti karena perekonimian yang stabil. Selain itu, tax Australia juga 11 persen, jauh lebih kompetitif dari negara lain yang sering jadi tempat orang Indonesia berinvestasi, seperti di Singapura.

Bukan itu saja. Menurut Iwan, pergerakan Dolar Australia lebih stabil ketimbang Dolar AS. Ia optimistis anjloknya nilai tukar Rupiah tak pengaruhi investasi properti di Australia. Alasannya, investasi ini merupakan keuntungan jangka panjang.

Apartemen premium di kawasan 48 O’Dea Avenue Waterloo ini, konstruksinya diharapkan selesai pada 2021.

(mys/JPC)

Pentingnya Penyeragaman Harga Komponen di Bengkel Resmi

Penyamaan harga komponen otomotif dijaga betul oleh Honda. HPM

Bali: Pentingnya kepastian harga komponen otomotif khususnya di bengkel resmi, benar-benar dijaga oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai APM resmi mobil Honda di Indonesia. Mereka bahkan menegaskan bahwa harga komponen atau spare part di bengkel jaringan mereka di seluruh Indonesia diberlakukan sama.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Marketing & After Sales Service Director PT HPM, Jonfis Fandy saat mengobrol kepada Medcom.id, bahwa pihaknya tidak akan memberikan pembedaan harga untuk komponen di seluruh jaringan mereka yang tersebar di Indonesia.

“Memang ada fakta bahwa daerah ini lebih jauh dari pada ini, dan daerah itu lebih jauh dari pada ini, tapi khusus untuk harga, kami berlakukan sama khusus untuk komponen. Tentang yang Anda tanyakan mengenai biaya kirim komponen ke tempat yang jauh misalnya, itu sudah dijamin oleh harga yang ditetapkan. Jadi saya rasa sudah cukup fair,” ujar Jonfis.

Hal yang menurutnya jadi pembeda terbesar justru ada di biaya jasa. Lantaran biaya jasa ini ditentukan oleh besarnya upah minimum daerah (UMD) yang berlaku. Bahkan HPM pun tak bisa melakukan intervensi khusus untuk biaya jasa.

“Ya itu akan tergantung seberapa besar UMD yang ditetapkan pemerintah daerah. Itu kami harus mengikut. Karena kami tak bisa memberlakukan sistem biaya jasa yang lebih jauh kepada jaringan kami jika aturan UMD mereka sangat berbeda dengan UMD di tempat yang lain. Tapi tetap ada standar atau dasar.”

Jadi, jika Anda melakukan servis di bengkel resmi di sebuah daerah dan menemukan perbedaan harga komponen, tentu bisa menanyakan lebih jauh tentang hal tersebut. Lantaran pembeda harga saat melakukan servis akan ada di biaya jasa.

Hal ini juga dilakukan beberapa APM untuk menjaga stabilitas dan tidak saling mencaplok wilayah. Mengingat ini akan menjadi kelemahan jika ada perbedaan harga komponen.

(UDA)

Punya Potensi Besar, BTN Ajak Generasi Milenial Garap Sektor Properti

JawaPos.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong generasi milenial terjun ke sektor properti. Pasalnya, sektor ini punya potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena tingginya kebutuhan sektor perumahan di Indonesia.

“Generasi milenial sangat dibutuhkan di industri properti karena mereka dapat memberikan inovasi baik produk, pemasaran maupun akses pembiayaan,” ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono dalam paparannya saat membuka workshop bertajuk Property Entrepreneurship for Millenials Generation di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, Sabtu (20/10).

Menurutnya, generasi milenial akan mendominasi 34 persen populasi masyarakat Indonesia pada 2020. Karena itu, kata Maryono, edukasi sangat penting dilakukan untuk kelompok ini agar mau terjun menggarap bisnis properti.

Hal ini seiring dengan maraknya pembangunan infrastruktur dan perkembangan transportasi massal yang menjangkau daerah pelosok hingga kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Maryono optimistis, para generasi milenial berpotensi sukses bergelut di sektor properti di Indonesia karena prospeknya yang cemerlang.

Berdasarkan peringkat Top Cities for Real Estate Investment tahun 2018 dari PriceWaterhouse Coopers (PwC), Jakarta menempati urutan ke lima setelah Bangalore, Bangkok, Guangzhou dan Ho Chi Minh City.

“Artinya banyak investasi yang mengalir ke Jakarta, dan tidak menutup kemungkinan investasi itu masuk juga ke kota besar lainnya di Indonesia,” paparnya.

Apalagi, kebutuhan rumah masih besar, yakni sebesar 800.000 unit per tahun, sementara kapasitas pembangunan rumah para pengembang hanya sebesar 250.000 hingga 400.000 unit per tahun.

“Padahal jika investasi properti meningkat kebutuhan rumah masyarakat terpenuhi dan setidaknya 170 industri turunan lainnya ikut terdongkrak dan banyak lapangan pekerjaan berkembang yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” urai Maryono.

Maryono menjelaskan, dalam bisnis properti terdapat sisi pasokan dan sisi permintaan yang keduanya harus diperhatikan. Karena itu, Bank BTN tidak hanya mengembangkan pembiayaan perumahan untuk menangkap permintaan konsumen (demand) namun juga memperhatikan sisi pasokan.

(ask/JPC)

Gairahkan Perekonomian, Jajaki Penghapusan Pajak Rumah Mewah

JawaPos.com – Rencana pemerintah menghapus pajak pembelian rumah diyakini membawa dampak bagi pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, pemerintah mengungkapkan sedang mempertimbangkan penghapusan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada pembelian rumah.

Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo menyatakan, jika PPh 22 dan PPnBM pada transaksi jual beli rumah dihapus, harga rumah dapat ditekan. Selain itu, sektor properti akan tumbuh lebih pesat. ”Itu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebab, sektor tersebut punya multiplier effect yang besar,” katanya kemarin (19/10).

Penjualan properti yang meningkat akan mendorong pertumbuhan sektor turunannya. Misalnya, industri semen, furnitur, bahkan serapan tenaga kerja akan meningkat. Pras -sapaan karib Yustinus Prastowo- menilai wacana penghapusan pajak itu adalah rencana yang baik. Sebab, pungutan dalam transaksi jual beli properti sudah banyak.

Selain PPh dan PPnBM, ada juga bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), pajak pertambahan nilai (PPN), pajak bumi dan bangunan (PBB), serta sumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ketika proses balik nama di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Komponen-komponen tersebut sudah cukup banyak memberikan pemasukan buat negara.

Jika beberapa komponen dihilangkan atau diubah perhitungannya sehingga meringankan wajib pajak (WP), memang negara dapat kehilangan potensi penerimaan pajak. Namun, sebagai gantinya, penjualan properti akan membaik sehingga laju pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

PPh pasal 22 sendiri saat ini dikenakan untuk pembelian rumah dengan harga di atas Rp 5 miliar. Selanjutnya, PPnBM dikenakan bagi rumah yang luas bangunannya minimal 350 meter persegi. Pungutan itu hanya dikenakan untuk penjualan rumah dari pengembang alias hanya untuk rumah baru di pasar primer.

Selanjutnya, pada penjualan rumah bekas atau di pasar sekunder, pajak-pajak tersebut tidak berlaku. Menurut Pras, sebaiknya pemerintah menaikkan threshold pengenaan PPh 22 dan PPnBM.

”Jadi, PPh yang tadinya dikenakan untuk rumah Rp 5 miliar ke atas bisa naik jadi ke harga Rp 10 miliar atau Rp 20 miliar. Selanjutnya, untuk PPnBM, dinaikkan threshold-nya dari 350 meter persegi menjadi 500 persegi,” urainya. Hal itu perlu dilakukan karena saat ini sudah terjadi pergeseran definisi mengenai harga dan luas rumah yang dianggap mewah oleh masyarakat.

Mengapa tak dihapus saja? Menurut Pras, hal tersebut menyangkut keadilan antara penjualan properti di pasar primer dan sekunder. PPh 22 dan PPnBM yang tidak ada di pasar primer membuat rumah mewah bekas lebih menarik bagi pembeli dari segi harga. Akibatnya, pengembang lebih sulit menjual rumah mewah baru.

”Di pasar sekunder memang tidak memungkinkan untuk dikenakan PPh 22 dan PPnBM. Tetapi juga, untuk keadilan dan menghindarkan dari pencucian uang dan penghindaran pajak, harus ada sistem yang menghubungkan data dari Kemenkum HAM ke Ditjen Pajak mengenai data pengerjaan jual beli rumah bekas yang dikerjakan notaris,” saran Pras.

Hal itu membuat Ditjen Pajak lebih mudah memantau harta WP yang didapat dari penjualan rumah bekas. Baik mengenai rumah yang dibeli pembeli, uang hasil jual rumah, maupun fee marketing rumah tersebut. PPnBM bagi rumah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/PMK.010/2017. Selanjutnya, PPh 22 diatur dalam PMK Nomor 90/PMK.03/2015.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara menyatakan, pihaknya belum memutuskan kebijakan yang akan diambil. ”Apakah PPh atau PPnBM, seperti apa, masih belum tahu. Yang jelas, masih akan dilihat yang dampaknya lebih signifikan,” katanya. 

(rin/c22/oki)

Hingga September 2018, PTPP Raih Nilai Kontrak Rp 32 T

JawaPos.com – PT PP (Persero) Tbk melakukan prosesi topping off Proyek Social Security (SS) Tower di Jakarta pada Kamis (18/10). Perseroan selaku kontraktor sekaligus pemilik proyek tersebut melalui PT Sinergi Investasi Properti optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek Social Security Tower selama 21 bulan terhitung sejak Juli 2017 dan ditargetkan selesai pada Maret 2019.

Proyek yang berlokasi di kawasan Kuningan Jakarta tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 480 miliar. SS Tower merupakan gedung perkantoran dengan jumlah lantai 33 (tiga puluh tiga) lantai.

Proyek Social Security Tower merupakan proyek investasi yang dimiliki oleh PT Sinergi Investasi Properti yang kepemilikannya terdiri dari BPJS Ketenagakerjaan dan PT PP (Persero) Tbk. Dari segi biaya, proyek tersebut menelan biaya investasi hingga Rp 546 miliar bersumber pendanaan berasal dari modal perusahaan dan pinjaman perbankan.

Sementara itu, Perseroan berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 32,45 triliun sampai akhir September 2018. Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 1,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) sebesar Rp 31,96 triliun.

“Sampai dengan September 2018 ini, Perseroan berhasil merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 66 persen dari total target yang ditetapkan oleh Manajemen Perseroan, yaitu sebesar Rp 49 triliun di 2018. Perseroan optimistis dapat meraih sisa kontrak baru terhadap target yang telah ditetapkan dalam waktu tiga bulan ini,” ujar Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat di Jakarta, Jumat (19/10).

Pencapaian kontrak baru sebesar Rp 32,45 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan sebesar Rp 26,51 triliun (81,72 persen) dan anak perusahaan sebesar Rp 5,93 triliun (18,28 persen). Beberapa proyek yang berhasil diraih Perseroan hingga September 2018, antara lain Bandara Kulon Progo sebesar Rp 5,58 triliun, Makassar New Port Tahap IB dan IC Rp 2,49 triliun, Nipa Tank Terminal Phase 2 Rp 1,53 triliun, Perluasan Apron Bandara Ngura Rai Rp 1,36 triliun, Scatered Duel Fuel Engine MPP 120 MW Paket 1 Rp 1,23 triliun, Scatered Duel Fuel Engine MPP 120 MW Paket 2 Rp 1,06 triliun, Dermaga Patimban Subang sebesar Rp 1,02 triliun, Pertamina Warehouse Rp 933 miliar, Hotel Mandalika Paramount Rp 850 miliar, Runway 3 Bandara Soekarno Hatta Section 1 Rp 726 miliar.

Sampai dengan September 2018, perolehan kontrak baru Perseroan didominasi dari proyek BUMN sebesar Rp 17,12 triliun atau 52,78 persen, disusul oleh proyek Swasta sebesar Rp 11,05 triliun atau 34,05 persen dan proyek APBN/Pemerintah sebesar Rp 4,27 triliun atau 13,17 persen dari total perolehan kontrak baru.

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu Gedung sebesar 41,14 persen, Airport sebesar 18,66 persen, Jalan & Jembatan sebesar 12,24 persen, Port sebesar 10,87 persen, Power Plant sebesar 7,50 persen, Oil & Gas sebesar 4,73 persen dan sisanya dikontribusi oleh industri sebesar 2,66 persen, DAM 1,93 persen dan Kereta Api sebesar 0,27 persen.

(srs/JPC)

Beroperasi Akhir 2018, Tol Ini Tahan Gempa Hingga Ribuan Tahun

JawaPos.com – Pembangunan Tol Semarang-Solo Ruas Salatiga-Kartasura sepanjang 32 kilometer (km) menunjukkan progress positif. Untuk tahap konstruksinya telah mencapai 91,5 persen dan pembebasan lahan telah mencapai 98,8 persen.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan ruas tol Salatiga-Kartasura siap dioperasikan akhir tahun ini. Namun, selain mengejar target penyelesaian, Desi juga menambahkan pengerjaan harus dilakukan dengan cermat.

“Walaupun dikejar target, namun pengerjaan proyek ini harus dilakukan dengan penuh hati-hati, perhatikan unsur-unsur keselamatan kerja,” ujar Desi dalam keterangannya, Kamis (18/10).

Direktur Utama PT JSN David Wijayatno menjelaskan jembatan Kali Kenteng akan selesai pada akhir November 2018. Saat ini, progres pengerjaannya masuk pada tahap akhir, yaitu pemasangan 12 buah girder.

“Jembatan Kali Kenteng sempat terkendala karena adanya perubahan desain,” imbuhnya.

Pada awalnya, pihaknya hanya menggunakan konstruksi tahan gempa yang kemampuannya ratusan tahun. Saat ini, perseroan telah menggunakan materi konstruksi dengan kekuatan tahan gempa sampai dengan seribu tahun. Hal ini dilakukan untuk memitigasi risiko terhadap jembatan dengan ketinggian 39,5 meter ini.

“Kami optimis, Tol Semarang-Solo Ruas Salatiga-Kartasura dapat diselesaikan dan diserahkan kepada PT Trans Marga Jateng (PT TMJ) selaku pemilik hak konsesi jalan tol pada Desember 2018 untuk dioperasikan,” pungkasnya.

(mys/JPC)

Properti Melambat, Developer Ini Malah Jual 10 Unit Rumah Super Mewah

JawaPos.com – Berkolaborasi dengan Keppel Land Limited, PT Metropolitan Land Tbk akan membangun fase ketiga The Riviera yang berlokasi di Tangerang. Dari 151 unit rumah yang akan dipasarkan, ada sebanyak 10 unit eksklusif yang dijual sangat terbatas.

Sales Manager The Riviera Fanly K menerangkan, 10 unit ini merupakan private cluster yang berdiri di atas tanah seluas 0,5 hektare. Harga jualnya mulai dari Rp 10 miliar per unit.

Dia menerangkan, satu unit rumah akan dibangun berpasangan dengan satu unit rumah lainnya. Nantinya, private cluster ini akan memiliki pintu gerbang sendiri dengan sistem keamanan dua kali lipat.

“Tipe D memiliki luas bangunan 253 meter persegi dan luas tanah mulai dari 256 meter persegi,” jelasnya di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (18/10).

Head of Residential Supardi Ang mengatakan konsep private cluster ini dibangun karena memang ada demand-nya. Meskipun ia juga mengetahui bahwa sektor properti kelas menengah sedang mengalami perlambatan.

“Saat membangun fase satu dan fase tiga juga sudah ada beberapa yang tanya (private cluster), tapi saat itu kami belum dapat menyediakan,” tuturnya.

Senada dengan Supardi, Direktur Metland Olivia Surodjo juga mengatakan bahwa pasar properti kelas atas masih tetap ada kendati tengah melambat. Artinya, ia percaya bahwa unit private masih memiliki pasar.

“Ya kalau enggak ada pasarnya kita enggak akan bangun dong. Tapi memang menjual yang kelas atas itu treatment-nya berbeda, jadi tidak bisa cepat (lakunya),” ujar dia.

Begitupun dengan pasar kelas menengah atas, meski saat ini tren suku bunga sedang naik namun bank masih akan tetap menahan laju kenaikan suku bunga KPR. Alasannya suku bunga KPR masih lebih solid dibandingkan dengan sektor lain.

“Bank masih kejar portofolio mereka sampai akhir tahun. Mereka masih tahan subung di KPR karena lebih aman dibanding kredit-kredit lain,” tuturnya.

Lagipula, kata dia, kalau memang naik secara tenornya pun akan diperpanjang, sehingga secara cicilan tidak akan terlalu besar.

(ce1/uji/JPC)

Ekonomi Lambat, Metland dan Keppel Land Tetap Pede Jual Rumah Rp 2 M

JawaPos.com – Pertumbuhan bisnis properti yang lesu tak mengurungkan niat PT Metropolitan Land Tbk (Metland) dan Keppel Land Limited meluncurkan fase terakhir hunian kelas menengah The Riviera at Puri, Tangerang. Peluncuran itu merupakan tahap ketiga dengan jumlah unit sebanyak 151 rumah dengan harga mulai Rp 2,75 miliar hingga di atas Rp 10 miliar.

Menurut Direktur Metland Olivia Surodjo, tidak dipungkiri pasar properti kelas menengah atas memang tengah melambat. Akan tetapi, bukan berarti orang-orang tajir itu tidak melakukan belanja sama sekali.

“Investor kelas atas hold itu ada benernya, mereka bukan berarti tidak belanja sama sekali. Mereka butuh sesuatu yang unik jadi bukan cuma buat investasi tapi nyaman ditinggali,” kata Olivia di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (18/10).

Dia mengatakan para konsumen kelas menengah atas menjadi sangat selektif untuk membelanjakan uangnya. Untuk itu diperlukan produk yang unik supaya dapat menarik pembeli. Olivia menuturkan The Riviera dibangun bukan hanya untuk investasi saja melainkan juga untuk end user.

“Jadi kalau mereka enggak beli sekarang terus abis belum tentu di tahun berikutnya bakal ada produk yang sama,” ujarnya.

Dalam fase ketiga ini, akan dijual tiga unit. Untuk tipe A harga jualnya Rp2,75 miliar, tipe B Rp 3,7 miliar, tipe C Rp 4,79 miliar dan tipe D mulai dari Rp 10 miliar. Head of Residential Keppel Land Indonesia Supardi Ang mengatakan pada fase satu dan dua, seluruh unit sudah ludes terjual.

Adapun, komposisi pembelinya sebanyak 70 persen pengguna dan 30 persen investor. Dia menyebut rata-rata pembeli fase yang sudah selesai adalah orang-orang yang tinggal di sekitar proyek tersebut. 

“Jadi banyak pembeli yang ada di sekitar lokasi proyek daripada renovasi lebih baik mereka jual rumah lamanya dan beli baru,” kata dia.

Ia menyebut kenaikan harga tanah di Riviera sendiri sudah naik 50 persen sejak fase pertama dibangun. Sehingga pembeli yang sudah mendapatkan insentif di fase pertama sudah bisa mendapatkan yield hingga 50 persen.

“(Untuk) fase awal karena ingin memberi insentif ke pembeli pertama, naiknya hampir 50 persen dari tahap satu. Jadi bisa dibayangkan yang beli tahap awal nilai investasi mereka sudah 50 persen,” jelasnya.

(uji/JPC)

Di Properti, Jangan Transaksi sebelum Izin Klir

JawaPos.com – dugaan korupsi pada proyek Meikarta mengingatkan saya pada beberapa laporan dan keluhan dari masyarakat yang diterima Ombudsman Republik Indonesia kira-kira setahun lalu. Banyak yang menanyakan kepada kami bener atau tidak megaproyek di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, itu. Apalagi, ada promosi besar-besaran di mana-mana. Banyak juga yang sudah beli.

Ombudsman sebagai lembaga negara pengawas memang tidak masuk urusan perusahaan swasta. Kewajiban kami mengawasi pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintah atau badan usaha milik negara dan daerah. Sedangkan sektor swasta hanya bila pelayanan mereka ada yang didanai APBN atau APBD.

Tapi, ombudsman juga punya tanggung jawab kepada publik untuk menjaga hak-hak masyarakat. Karena itu, ombudsman mengawasi bagaimana pemerintah memberikan layanan perizinan maupun melindungi hak-hak masyarakat. Dalam perkara Meikarta, itu terkait dengan potensi maladministrasi dalam perizinan.

Di Properti, Jangan Transaksi sebelum Izin Klir

Saat itu, sekitar Agustus 2017, kami panggil semua pihak terkait, mulai Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bekasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pertanahan Nasional, hingga instansi lain terkait. Ternyata saat itu baru izin peruntukan penggunaan tanah (IPPT) untuk 84,6 hektare -dari promosi ratusan hektare pengembangan proyek- yang sudah dimiliki.

Sedangkan izin lainnya, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), izin lingkungan, dan izin mendirikan bangunan (IMB), belum dikantongi. Padahal, lahan di sekitar proyek Meikarta itu ternyata dialokasikan untuk kawasan industri, bukan permukiman.

Dalam Undang-Undang 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun (Rusun) dijelaskan, tidak boleh ada perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) sebelum memenuhi lima perkara. Yakni, jelas status kepemilikan tanah; kepemilikan IMB; ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum; keterbangunan paling sedikit 20 persen; serta hal yang diperjanjikan.

Dalam kasus Meikarta, ternyata IMB belum jelas, tapi sudah dipasarkan. Saat pihak pengembang Meikarta kami panggil pada September 2017, mereka berdalih tidak ada transaksi. Mereka tidak menyebut itu booking fee, tapi dana yang disetor hanya untuk mengambil nomor antrean. Saat klarifikasi itu, mereka juga menjamin refund bila ternyata tidak mendapatkan IMB atau izin lainnya.

Padahal, dari beberapa informasi yang kami terima, faktanya, setelah beberapa minggu, konsumen ditagih untuk melunasi uang muka. Kalau mengacu undang-undang, tentu hal tersebut menjadi masalah.

Karena sesuai aturan, tak ada transaksi dulu sebelum klir izinnya. Tapi, karena ini kebiasaan, sepertinya, membangun dulu atau berdiri dulu, baru setelah itu bingung mengurus atau melengkapi izin.

Kami sudah memberikan saran berupa mitigasi risiko kepada beberapa pihak. Mulai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri), OJK, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, sampai Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN.

Untuk Kementerian PUPR, misalnya, kami mendorong inisiatif pengembang untuk mengadendum perjanjian bagi konsumen yang sudah telanjur membayar uang muka dan booking fee dengan memuat klausul refundable. Termasuk perjanjian pembelian kembali oleh pengembang sebagai alternatif. Sedangkan untuk Kemendagri, berupa mengaudit proses penerbitan rekomendasi oleh Pemprov Jabar agar tidak terjadi maladministrasi.

Tentu kami melihat perkara ini bukan hanya kasus di Meikarta. Melainkan, bisa juga terjadi pada pembangunan properti di kota-kota besar lain. Misalnya, Makassar dan Surabaya.

Ombudsman tentu tidak anti pada investasi. Negara harus menjamin dan melindungi investasi sepanjang sesuai dengan kaidah dan undang-undang. Tugas ombudsman mendeteksi sejak dini agar investasi itu benar sesuai koridor aturan. Karena ini juga untuk perlindungan kepada masyarakat.

Saya sampaikan, sudah waktunya bagi pemerintah untuk lebih berhati-hati. Ini bukan menghambat. Tapi, membuat semua prosesnya menjadi lebih smooth. Saya lihat properti bisa berdampak membahayakan. Misalnya, menyebabkan runtutan kredit macet di bank.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian PUPR, harus berada di depan dalam pengawasan atau pelaksanaan Undang-Undang Rusun. Mereka bisa bekerja sama dengan Kemendagri untuk koordinasi dengan pemerintah daerah. 

*) Anggota Ombudsman Republik Indonesia

(Disarikan dari wawancara oleh wartawan Jawa Pos Juneka M. Mufid/c10/ttg)

Investasi Menguntungkan Apartemen Mewah di CBD Melbourne Australia

JawaPos.com – Dibangun di kota paling layak huni di dunia, hunian ala hotel bintang 5 ini memiliki 2 gedung apartemen yang berpotensi besar menjadi hunian bernilai investasi tinggi di tengah kota. Tak heran jika proyek terbaru Brady Group ini telah terjual lebih dari 70 persen.

Kemudahan cara pembayaran dan keuntungan membeli property di Melbourne membuat hunian mewah ini semakin dilirik investor. Direktur Brady Group Indonesia, Midli Christin, mengatakan properti di Melbourne sangat diminati karena status kepemilikannya freehold (hak milik) dan juga sistem pembayaran yang ringan. Pembeli hanya perlu membayar 10% dan tidak ada lagi cicilan atau biaya apapun sampai bangunan siap huni. Brady Group sebagai pengembang terbesar dan berpengalaman selama lebih dari 35 tahun, telah melirik pasar Indonesia sejak 1998.

Terletak di jantung kota Melbourne yang menjanjikan hidup yang berkualitas dengan fasilitas dan pendidikan yang bermutu internasional di sekelilingnya seperti RMIT University, Melbourne University, William Angliss dan Victoria University. Gedung apartemen yang diberi nama 380 Melbourne ini terletak di jalan Lonsdale yang berdekatan dengan jalan Elizabeth adalah jalan utama seramai Orchard Road Singapura. 380 Melbourne memiliki akses transportasi umum seperti trem dan kereta api di depan gedung.

Investasi Menguntungkan Apartemen Mewah di CBD Melbourne AustraliaIlustrasi interior 380 Melbourne (Brady Properti for JawaPos.com)

Beberapa pusat perbelanjaan seperti Melbourne Central, Emporium Mall, Chinatown serta Queen Victoria Market juga berjarak sangat dekat dengan hunian eksklusif ini.

Apartemen ini juga dirancang oleh arsitek ternama dunia, Elenberg Fraser, berkonsep double bay window yang diklaim berfungsi untuk menghemat energi dan mampu meredam udara sangat panas dan dingin serta melancarkan sirkulasi angin. Selain itu, apartemen ini juga dilengkapi butik hotel eropa berbintang 5.

Fasilitas apartemen 380 Melbourne sangat lengkap, ada kolam renang air hangat dalam ruangan, sauna, spa, ruang pertemuan, bioskop, gym, ruang karaoke dan rooftop garden dengan bbq area. Keuntungan lainnya bagi investor, biaya maintenance di gedung Brady Group lebih rendah daripada apartemen lain yang memiliki fasilitas lebih sedikit, sehingga memberikan keuntungan investasi lebih besar.

Brady Group yang telah mendapatkan penghargaan Excellence in High Rise Apartment Building 2017 untuk proyek Vision Apartment dari Master Builders tahun lalu, akan menjadikan Apartemen 380 Melbourne ini icon gedung tinggi di Melbourne dengan interior dan exterior mewah.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai apartemen 380 Melbourne, hubungi (021) 574 0008 atau klik situs www.brady.co.id. Selain itu, anda juga bisa mengunjungi langsung Official Sales Office Brady Group di Wisma GKBI lantai 37 unit 3703, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 28 Jakarta.

(adv/JPC)